Sekali lagi Starbucks BIP, pada sepotong keramaian dan kesibukan Jl Merdeka; suatu sore di Bandung yang sejuk, dengan mendung tebal yang menggelayut, entah di langit, atau mungkin jua hanyalah di dalam hati ku.
A bit hesitated though, kupilih tempat duduk yang biasa ku tempati, kali demi kali ku datang ke sini, beberapa bulan dahulu saat kuhabiskan cuti panjangku di kota kenangan. Saat hidup yang sederhana dan hati yang mendamba tersentuh oleh sepotong keindahan. Saat semua asa dan karsa tertuju dan berjuang hanya untuk meraih seutas kedamaian.
Pada sang barrista yang tersenyum ramah, tanpa ragu ku minta segelas Iced Caramel Macchiato kesukaan, dan sedikit berbeda kali ini dengan ditemani sepotong Blueberry Muffin. Atau Orange Blueberry Muffin, tepatnya. But what’s in a name, anyway? Sepotong muffin hangat, dipanaskan dalam oven, dan sedikit olesan margarin; berfungsi dengan baik sebagai pelipur lapar dan sekedar kekosongan dalam diri. Dan muffin di sini, sungguh menggoda selera memang; kata beberapa teman, dan diri yang membenarkan.
Tapi nametag Blueberry-lah yang mengundangku untuk jatuhkan pilihan. Blueberry yang manis, lembut, dan menggodaku. Dengan manisnya, dengan lembutnya, dengan hangatnya. Dengan tebaran ulasan tersenyum manisnya, dengan sapuan mengerling lembut matanya, dengan penuhnya rasa hangat yang menjalar di hati. Membawa asa pun harap melayang melintas jarak dan waktu yang telah telanjur terbentang menjauh. Membangkitkan kenangan akan masa yang telah lalu dan mungkin kini tlah pula menghilang. Membawa pikiran terentang pada suatu sosok yang jauh dan bisa jadi tak jua terjangkau, kecuali dalam sejuta angan dan segenggam mimpi indah di kepala.
Blueberrylatte.
terbanglah lebih tinggi
Starbucks BIP Bandung
Kamis, 13 Juli 2006 – 17.49 wib