..dan mereka memaksa ku mengibarkan bendera setengah tiang.. Untuk menghormati pahlawan yang telah seda, mereka bilang. Pahlawan? Pahlawan apa? Pahlawan yang dulu pernah dimaki2 bersama di jalanan umum, ugh, ralat; di depan todongan bedil prajurit yang makan dari pajak yang kami bayar? Yang membuat sekumpulan anak muda harapan bangsa serta merta melemparkan buku2 mereka dan menyingsingkan lengan jaket beraneka warna, pun lantas mengacungkan tinju ke langit dengan mata basah karena kemarahan dan duka cita? Dengan mata yang basah bukan karena takut, bukan karena taqlid (kepatuhan buta), bukan karena apolistis dan ahistoris seperti kebanyakan kita saat ini, tetapi karena kerinduan akan kebebasan? Akan sebuah Indonesia yang lebih baik?
..dan mereka memaksa ku mengibarkan bendera setengah tiang.. Dengan perintah, walau lisan, disampaikan berjenjang, atau bahkan dimanfaatkan oleh Ketua RT yang korup dan gila kuasa. Dan ayah ku pun, mungkin orang pertama di dunia yang pada saat biasa sedapatnya akan menolak perintah itu, terpaksa tunduk dengan patuh. Dan menyampaikan dengan rendah hati bahwa kami tidak punya pilihan. Sesederhana kenyataan yang menghampiri, dan menampar aku dan adik ku dengan sakitnya kesadaran. Membuat kami terdiam dan menelan rasa jijik yang tertahan di tenggorokan nan kering. Aku akan bicara dengan Ketua RT sialan itu, akhirnya aku berkata. Siapa dia, memilih berinisiatif atas pengibaran sang saka, sementara berdiam diri atas penggusuran yang pasti terjadi?
..dan mereka memaksa ku mengibarkan bendera setengah tiang.. Demikian senyum sang surya, dan semilir angin fajar yang menghembus. Setelah semalaman yang bergelung dengan pikiran nan resah pun perasaan yang gundah. Biarlah, biar mereka tahu, aku kibarkan bendera setengah tiang hari ini. Dengan segudang keberatan, dan segenap sesal di dada, serta sejuta amuk berkecamuk di pikiran. Tapi biar mereka tahu, bendera yang sekarang berderai layu di pucuk tiang di depan rumah kami, di halaman negeri kami, bukan untuk dia yang dihujat dan dicinta, tapi semata demi rasa hormat pada sang ayah. Demi rasa cinta yang membuatku tak tahan menatap mata sedih nya yang tertunduk lesu, menyaksikan kemarahan ku dan adik ku. Melihat tanpa daya pada semangat yang muda, idealisme yang tak mati. Biar mereka tahu, sepucuk bendera dan sebentuk kebanggaan tak lekang atas rasa cinta pada nya.
..dan mereka memaksa ku mengibarkan bendera setengah tiang.. Semoga Allah SwT mengampuni semua dosa mu, duhai yang telah berpulang, dan menerima semua amal ibadah mu, dan melaksanakan pengadilan hari akhir atas semua perbuatan mu. Dan aku menahan sesak untuk 7 hari ke depan. Tanpa daya. Dengan bangga. Inna lillahi wa inna illaihi rajiun.
Jakarta, 05.53 am, Hari Ke-1 dari 7 Hari, Januari 2008
Post Script :
Is Indonesia getting any better after he's gone? My friends, it definetely would be depended on which paradigm you are using rite now.
a. are you valuing the democracy process and the good governance we're heading into, or b. dunno. Just go with the flows, whatever the majority would say and do, I'd follow no matter what, or c. are you satisfying yourself with the sweet dreams of the past and hates the idea to wake up and face the harsh realities we have to deal with rite now -- thanks to the old man regime?
You tell me! *grin
|
 | amin amin,semoga kita semua diampuni dosa²nya... and oh is indonesia getting anywhere better now? |
 | Iya protes aja ketua RT-nya! *dgn tinju mengepal keatas walau gk pake jaket warna-warni, tp pk daster warna-warni alias batik..uhm* |
 | Kok 7 hari kedepan? Emang setengah tiang untuk siapa? Alm Pak Harto tho? Pa kabar TLT? |
 | sabar ya, bok. ada saatnya kita harus mengalah dan pasrah aja. |
 | shhh, sini aku kasih permen, mau? |
 | fantastic piece of writing. emotionally intense. great work. very well expressed. well done. |
 | bendera-ku disimpan dimana ya? beuh sudah lewat juga. ya sudahlah...
;) |
 | Situasi yg menyebalkan ya.... Kalau bisa di twist sang Ayahlah pahlawan sesungguhnya kalau dlm tulisan ini. |
 | untung pak rt di tempat tinggal gw, paman gw.. cingcailah.. *hayyah, ngaruh ga sih? :D |
 | apa konsekuensinya kalau nggak pasang bendera setengah tiang? nggak boleh perpanjang ktp? |
 | IT, Friday, Feb 2008, 2008 - 3:43 PM
Kata Pak RT: "Dik TLT, lebih mudah untuk hidup saya untuk memaksa memasang setengah tiang pada warga dibanding menentang penggusuran lahan demi warga. Toh penggusuran ini juga Atas nama kepentingan BERSAMA seperti yang ada di UUD itu"
Was It All Worth It ??? ---------------------------------
TLT, Friday, Feb 2008, 2008 - 4:00 PM
That would be the missing link on that journal I intendedly deleted: No, it's not worth it; either for Ketua RT, for myself, and most of all, for my dad That's why I woke up earlier that day with one goal: I had to raise the flag by myself So God would listened to my pray for the old man who just passed away :p
|
 | nggak ada pengadilan yang lebih adil dari pada pengadilanNya, jadi sudah saatnya mengikhlaskan kepergian "pahlawan" itu.. apalah artinya bendera setengah tiang? lakukan dengan ikhlas, jadikan sebagai pahala. Toh, sudah ada kekuatan tak tertandingi yang sedang menunggu untuk mengadili dia. buang2 energi untuk terus memaki2 dia dan menggerutu karena harus mengibarkan bendera setengah tiang. imho lhooooo..:D  Apalah artinya pengibaran bendera setengah tiang?
Kalau boleh gue menjelaskan, "pengibaran bendera setengah tiang", dalam tata laksana kehormatan kemiliteran (kebetulan si eyang maupun bokap gue berasal dari dunia yang sama), merupakan penghormatan yang tiada taranya terhadap jasa2 seorang pahlawan yang telah gugur. Apalagi bila itu diperintahkan oleh seorang Presiden Indonesia yang, menurut UUD 1945, merp Panglima Tertinggi Militer. Plus, periode penghormatan yang dilakukan selama seminggu penuh alias 7 hari.
Setuju, manusia hidup memang sebaiknya mencari pahala. Tapi sayangnya gue bukan tipe orang yg suka menjilat ludah sendiri, dan menarik kemarahan yang dulu pernah terlontar kepadanya di hadapan moncong2 bedil yang siap menyalak. Tidak, dan tidak akan pernah.
Dan ini bukan soal memaki atau menggerutu membuang energi. Ini adalah sebuah perjuangan, kecil mungkin, melawan lupa. Melawan tendensi bangsa menjadi ahistoris dan apolitis. Katakanlah yang salah itu salah, dan yang benar itu benar, dan bahkan perintah itupun tertulis di dalam Al Qur'an.
PS: IMHO juga.:-)
|
 | Wah, ketua RT ku ya gk masang bendera mas..jd mau protes ama siapa? :-P yg jelas aku ya gk masang.. Tiang bendera aku tak punya, bendera pun ntah kemana..tra la la.. |
 | sabar ya, bok. ada saatnya kita harus mengalah dan pasrah aja.  Harmoni ya, lagu kebangsaan Virgo, hehehe..
Gue jadi ingat pada thesis, Anthony Reid, kalo ndak salah; seorang profesor ahli ke-Indonesia-an. Dia menggambarkan dengan tepat ritme petani yang melawan penindasnya dalam buku nya yang kemudian menjadi klasik, "perjuangan orang2 yang kalah". Di mana mereka, walaupun lahiriah nya terlihat tunduk dan patuh, tapi sambil menyembah dan membungkuk, diam2 mereka KENTUT! Hahaha..
You know what? Sempat terpikir untuk merayakan 7 hari berkabung nasional kemarin dengan cara, JUSTRU, menaikkan bendera setiang penuh! It'd be a sweet silent revenge for him! :-)
PS: Buat rekan2 lain yg nggak ngerti makna upacara bendera (d'ohh!!), pengibaran bendera setiang penuh merupakan tanda perayaan suka cita. Bayangkan itu terjadi pada 7 hari kemarin, hehe..
|
 | bendera-ku disimpan dimana ya? beuh sudah lewat juga. ya sudahlah...
;)  Umm.. mungkin sikap gue ini akan dipandang sebagian orang sbg suatu yg berlebihan. They say, "..ya sudahlah, apa susahnya sih ngibarin bendera? Setiang penuh kek, setengah tiang kek, bodo amat.. Yang penting amannnn..."
Tapi seperti ada perbedaan yang sangat besar antara seorang atheis dan agnostic, maka dalam hal ini gue adalah agnostic. Atau dalam pemilihan umum, antara mereka yang nggak mau datang ke lokasi pemungutan suara atau bahkan nggak terdaftar sebagai pemilih, maka gue adalah mereka yang datang dan mencoblos; tapi memilih calon lain (yg pasti kalah) atau bahkan memilih abstain.
Ini bukan soal mengibarkan atau tidak mengibarkan bendera, ini soal (pernyataan) sikap. Tapi, spt kata mu, ah ya sudahlah. Whatever! :p
|
 | "Membuat kami terdiam dan menelan rasa jijik yang tertahan di tenggorokan nan kering. Aku akan bicara dengan Ketua RT sialan itu, akhirnya aku berkata. Siapa dia, memilih berinisiatif atas pengibaran sang saka, sementara berdiam diri atas penggusuran yang pasti terjadi?"
then, are u really gonna do what you stated above? despite the situation you have graciously revealed? coz it sounds like repercussions could be fatal...
|
 | Harmoni ya, lagu kebangsaan Virgo, hehehe..
Gue jadi ingat pada thesis, Anthony Reid, kalo ndak salah; seorang profesor ahli ke-Indonesia-an. Dia menggambarkan dengan tepat ritme petani yang melawan penindasnya dalam buku nya yang kemudian menjadi klasik, "perjuangan orang2 yang kalah". Di mana mereka, walaupun lahiriah nya terlihat tunduk dan patuh, tapi sambil menyembah dan membungkuk, diam2 mereka KENTUT! Hahaha..
You know what? Sempat terpikir untuk merayakan 7 hari berkabung nasional kemarin dengan cara, JUSTRU, menaikkan bendera setiang penuh! It'd be a sweet silent revenge for him! :-)
PS: Buat rekan2 lain yg nggak ngerti makna upacara bendera (d'ohh!!), pengibaran bendera setiang penuh merupakan tanda perayaan suka cita. Bayangkan itu terjadi pada 7 hari kemarin, hehe..
 yah begitulah. Virgo kan emank suka terlalu pasrah atas nama cinta damai.
ya nggak apa2x, diikuti saja. sambil naikin benderanya sambil kentut? hihihihi |
 | oh i thought that by pointing out that you live in 'military housing complex', and saying that it becomes an obligation to raise the flag half-mast, then by speaking out against an 'order' would cause as much problem as not raising the flag half-mast.
ahahahaaha, forget it. |
Comment deleted at the request of the author.
 | eh..gue kok gak inget kapan mesti pasang tuh bendera...kayaknya malah kagak pasang.. padahal bokap mantan ketua RT..heheuheuheue.. |
 | mereka tidak bisa memaksa aku disini, hehehehe tiang bendera aja ngak punya :D |
 | Agreed. Nevertheless the old man rebuild Indonesia from ruins, but now it's the time to think a head and let bygones be bygones. I mean HIM, but his trial in civil court should move on. But for him, I raised my hat. It's hard to govern a country like Indonesia. We have seen those who succeed and those who failed. Despite my disapproval of his rule, I must admit that he's one of the successful leader of Indonesia. |
 | Wahyu Aji [ajisoka@...] Tue, Feb 12, 2008 - 9:33 pm
Berlebihan rasanya kalau memakai kata "memaksa". setengah tiang hanya anjuran. mungkin semacam sunnah, atau bahkan untuk sebagian makruh. jadi tak perlu se-sensi itu lah untuk merasa terpaksa. peace -------------------------------
TLT Wed, Feb 13, 2008 - 5:38 pm
Berlebihan atau tidak, sepertinya hanyalah masalah persepsi. Tetapi tentunya ada pemahaman yang berbeda atas makna pengibaran bendera setengah tiang, apalagi bila itu sampai 7 hari berturut2 lamanya, dan bahkan perintah untuk itu pun diperlukan utk datang dari seorang Presiden.
Dan sepertinya, mohon maaf, Anda kurang paham apa makna peristiwa ini. Kibarkan bendera, apa susahnya? Habis perkara. *tersenyum* Yaa, itu terserah masing2 juga sih.
Dan euh, sejak kapan pengibaran bendera setengah tiang di awal bulan yang baru lalu tsb masuk ke ranah hukum agama? Apakah dengan demikian, yg baru wafat itu adalah dapat digolongkan sbg seorang Nabi, atau minimal dimuliakan secara agama? Mohon maaf, hanya ingin tahu... ------------------------------
|
 | DE @ Dewan Jenderal T Mon, Feb 11, 2008 - 7:39 am
Hari gini, masih kayak beginiiiiii!!!!!!! Kacian banget dech TLT, zaman Reformasi masih dipaksa-paksa ngibarin bendera setengah tiang......... Emangnya elo tinggal di mana ?! Di Kompleks (TNI) AD? Setahu gw seharusnya hal itu cuma terjadi di Kompleks AD, Kompleks Paspampres, Kompleks Setwapres atau di Companies milik anak-anak/Kroni Cendara. Aneh juga kalau Angkatan yang cuma dibelikan kapal bekas yang udah tua selama pemerintahannya ikut-ikutan memaksa warga yang tinggal di kompleksnya untuk ikut mengibarkan bendera setengah tiang pada saat Bpk Pembangunan tersebut wafat. -----------------------------
AU @ Dewan Jenderal T Mon, Feb 11, 2008 - 10:23 am
Menghormati orang yang meninggal menunjukkan derajat budi pekerti yang tersendiri. Bagaimanapun, jenazah harus di semayamkan dengan baik, dihormati sebagai mana layaknya makhluk hidup.Tapi itu tentang jenazahnya.
Tentu perilakunya saat hidup menjadi catatan tersendiri. Pengadilan di alam baka sana?wah, itu domain nya Tuhan. dan rasanya tidak perlu didoakan bahwa tuhan melaksanakan pengadilan tersebut dengan adil. Toh Tuhan Maha Adil bukan?
Apa penghormatannya dalam bentuk mengibarkan bendera setengah tiang? Kembali ke masing masing. Bagiku, cukup sudah untuk mengetahui bahwa almarhum sudah dikuburkan dengan layak. Dalam islam termasuk fardhu kifayah. -----------------------------
|
 | BR Monday, Feb 11, 2008 - 7:39 AM Weleh... sebel banget lo yah ma Pak xxx?
TLT Tuesday, Feb 12, 2008 - 10:40 am Lho, emang sapa yg ngomongin dia? Hheheee.. Untuk jawabannya: mungkin elo bisa coba cari tahu jawabannya di Majalah Tempo edisi minggu lalu (terbit Senin, 4 Feb 2008). A must have item for years and generations to come! :-)
|
 | ASD. Monday, Feb 11, 2008 - 9:10 AM
I love this piece. So good. I can so relate to it. So touching, esp to those who once were students who rallied for his resignation (so glad I was there in the rally).
And who would raise a half-pole flag for those students who were missing, kidnapped, tortured, and died, right? --------------------------
TLT Monday, Feb 11, 2008 - 9:11 AM
Manggut2.. * meeting ke Pertamina dulu ahhh
PS: Baca ke blog nya langsung dong, dan cermati beragam tanggapan yg masuk You're most than welcomed to add some of your own, dear :-)
|
 | IT Friday, Feb 08, 2008 - 3:43 PM
Kata Pak RT: "Dik TLT, lebih mudah untuk hidup saya untuk memaksa memasang setengah tiang pada warga dibanding menentang penggusuran lahan demi warga. Toh penggusuran ini juga Atas nama kepentingan BERSAMA seperti yang ada di UUD itu"
Was It All Worth It ???
Ehhh.... Sorry nih, ga ngerti deh,... ayahmu kan tidak ingin memasang bendera sebenarnya, tapi dia terpaksa memasang bendera lalu, mengapa dikau memasang bendera demi beliau kalau sebenarnya beliau tidak ingin? Apa isi doanya ?(*tampang pengen tahu banget) ------------------------------
TLT Friday, Feb 08, 2008 - 4:00 PM
That would be the missing link on that journal I intendedly deleted: No, it's not worth it; either for Ketua RT, for myself, and most of all, for my dad That's why I woke up earlier that day with one goal: I had to raise the flag by myself So God would listened to my pray for the old man who just passed away :p
Kenapa nya udah dijelasin di dalam jurnalnya kok :-)
|
 | MFS Monday, Feb 11, 2008 - 10:41 AM Waduh... gue turut prihatin deh... Untung pak rt rumah gue ga reseh... Soalnya gue jg ga mau ngibarin bendera setengah tiang.
TLT Sent: Monday, February 11, 2008 10:53 AM Lha elo kenapa nggak mau ngibarin? Nggak kasian sama orang tua? :p
MFS Monday, Feb 11, 2008 - 10:57 AM Kasian ama orang tua? Lha wong nyokap gue sendiri ogah masang bendera setengah tiang... padahal dia apolitis loh... hehehe.... tapi tetep ga minat masang.
|
 | AB Monday, Feb 11, 2008 - 10:52 AM well written.... Mas TLT bisa juga baca note saya juga ttg kematian mbah xxx
TLT Monday, Feb 11, 2008 - 11:56 AM Whalah, baru tahu kalo Pak AB ternyata cucu nya si mbah. Hehhehe.. Btw, thanks utk info nya Pak. Pindah blog nih?
|
| |