Terbanglah Lebih Tinggi

Rekam Rana, Jendela Jiwa

Photo AlbumUrban Kitchen, Pacific PlaceApr 17, '08 12:10 AM
for everyone

Baru 2 (dua) kali ini gue nyobain Urban Kitchen; kali ini di Pacific Place. Buat yang belum tahu, sebenarnya sih UK itu “cuma” food court biasa. Tapi yang membuatnya tidak biasa adalah pilihan gerai yang tersedia, (juga tentunya) variasi makanan yang ditawarkan, atmosfir yang berbeda, kemewahan yang mengawang di udara, serta (sayangnya) price list yang juga “lebih”.

Tentu itu semua menjadi satu paket atas alternatif yang (coba) ditawarkan bukan? Paling tidak, sejauh ini mereka cukup berhasil memposisikan diri nya sebagai tujuan wisata kuliner secara sadar, dibandingkan dengan para kompetitor yang (merasa) cukup hanya sebagai “tempat” mengisi perut.

Kata temen gue yang punya PP (berasa okem banget sih!:p) yang di PP emang baru buka kira2 sebulan, dan yang bikin seru; sampe awal Mei depan ada diskon 50% buat pembayaran pake kartu kredit HSBC. Wuihh, mantabb tenann.. Ohyawh, ternyata ujung2nya gue dibayarin pula sama temen! Sering2 aja yak! :p

Pantesan, mengutip pengakuan staff2 UKPP yang berhasil gue interview; tempat mereka emang rame banget buat makan siang (sekalian untuk plirak-plirik, kata temen gue.:p), sementara kembaran mereka di Senayan City justru malah ngebludak kalo malam. Ya iyalah, target pasar nya jelas2 beda. PP, walaupun judulnya mall, tapi lebih cenderung sebagai kawasan bisnis. Sementara SC emang ketahuan tempat nongkrong dan mencari jati diri yang banyak berceceran di sana (terlepas dengan tanda kutip maupun tidak, hihi). Lagian buat teman2 yang seharian udah kerja di PP, ngapain juga sampe malam masih berkeliaran di sana? Pasti pengen refreshing ke tempat lain lah.

Di lain pihak, itu menjadi keunggulan komparatif bagi UKPP untuk menjaring orang2 udik kaya gue yang kantornya mayan jauh dari peradaban (dan bosen liat cewek2 di kantor yang bergaya dan berpakaian gaya anak kuliahan, hehe). Daripada maen ke SC yang jaraknya lebih jauh, pengunjungnya lebih penuh, plus lebih banyak yang datang untuk “melihat”; mendingan cari tempat yang rada lenggang seperti PP. Lain soal bila kau datang juga untuk “dilihat”.. *grin

Perbedaan tersebut lebih jauh dapat dilihat pada desain interior yang ada. Pada SC bernuansa lebih gelap, cozy, romantis, dan ademm. Sementara cabang di PP ini berkesan bersih, segar, high-spirited, namun tetap elegan. Meja2 di SC dibuat lebih memanjang, atau bahkan lebih memojok dengan di antaranya bertebaran sofa2 sudut yang empuk. Sementara pada PP dibuat lebih efisien, bahkan hingga terkesan memaksa. Kami sempat memperhatikan bahwa meja yang dekat jendela yang seharusnya berkapasitas 4-5 kursi, ternyata disesaki hingga 6-7 kursi.

Sebelumnya gue udah nyoba yang di SC bareng teman2 milis Selingan, ba’da nonton Horton (film kartun nggak nggeunah tentang gajah2 something gitu dehh). Ternyata katanya masih ada 1 (satu) cabang lain di Plaza Indonesia ya? Secara jarak sih, nggak segitu jauhnya dari kantor gue di Pancoran, tapi entah kenapa, kalo ke daerah situ (dan Sarinah, dan Menteng) bawaannya males aja. Jadi kemungkinan percobaan ke-3 ke PI kaya nya bisa dicoret dari daftar!

Ugh, jadi nggak sabar nungguin the Energy selesai dibangun, dan kantor gue pindah ke situ. Bisa2 kerjaannya nongkrongin PP dan Urban Kitchen nya mulu nih! *smirk


PS:
Obrolan antara teman nya berlangsung seru dari beragam topik; mulai soal2 sepele sehari2, sampe kenapa Indonesia sebagai Negara produsen minyak tidak dapat meraih keuntungan atas harga minyak dunia yang sedang melonjak, dan kenapa subsidi BBM itu perlu dicabut; siapapun Presidennya. Had a nice nite, guys. Many thanks!



Bimbim bambam apa gitu; enyaakk..!!
 4 Comments 
Bimbim bambam versi lain
  
Es Campur Medan..hmm
 8 Comments 
Scala, akhirnya nyoba juga
 4 Comments 
Sushi Groove, tumben enak
 4 Comments 
Nggak tahu, pokoknya enaakk..
 6 Comments 
A bit fondue to be shared
 4 Comments 
Penikmat rasa #1
  
Penikmat rasa #2
  
Penikmat rasa #3
  
jadi inget vivid interactive, :p
  


63 CommentsChronological   Reverse   Threaded
novietatourisia wrote on Apr 17
Yumm..
Comment deleted at the request of the author.
estimiguelariel wrote on Apr 17
*frowning*

What is wrong with MP .. I had 2 exact replies here a second ago, delete one of 'em then both are GONE !!!

Anyway, do you mean BIBIMBAP ? the yummy healthy Korean Food.
I enjoy all your photos in this album, nice composition ;o)
*Successfully drooling over strawberry dipped in coco*
nisafaridz wrote on Apr 17
yang ini pasti ga ada daging merah nya :P
sapiterdepan wrote on Apr 17
MAUUUUUUU

pak kapan traktir saya makan sepuasnya di urban kitchen?????????????
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Yumm..
yuk? ;p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Anyway, do you mean BIBIMBAP ? the yummy healthy Korean Food.
I enjoy all your photos in this album, nice composition ;o)
*Successfully drooling over strawberry dipped in coco*
Oooo.. jadi itu ceritanya healthy food yah? Tapi kan masih ada daging dan minyak2nya, jadi rada susah dong kalo digolongkan sbg healthy food. Soalnya selama ini gue mbayangin nya kalo healthy food tuh yg makannya musti saingan sama si embek.. heuhehe..

Bibimbap? Ya itu deh, pokokna mahh.. yang penting enyakkk...!! :p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
yang ini pasti ga ada daging merah nya :P
udah gue warnain semua jadi loreng2 kok. Atau mau dibikin pink? :p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
pak kapan traktir saya makan sepuasnya di urban kitchen?
Lho, janji traktiran mu ke gue aja masih belum terpenuhi, whayooo..
gharonk wrote on Apr 17
Sementara SC emang ketahuan tempat nongkrong dan mencari jati diri yang banyak berceceran di sana (terlepas dengan tanda kutip maupun tidak, hihi)
Saya kira adalah hak setiap orang untuk mencari jati diri atawa ke food court cuma pengen melihat lihat...

sama halnya mungkin (ini cuma probable) orang-orang yang ke SC dan PS melihat orang orang yang ke pacific place (PP) adalah orang orang yang butuh diakui sebagai executive muda

hehehehehehe.... no offense.. buat saya makan dimana saja asal menyenangkan itu sudah lebih dari cukup... btw, good photographs
lifawall wrote on Apr 17
is that steak pizza? I loveed Hickory steak Pizza
lifawall wrote on Apr 17
Awww,,, it's looked weird (for me)
lifawall wrote on Apr 17
apaan ini?
nrhapsari wrote on Apr 17
gharonk said
Saya kira adalah hak setiap orang untuk mencari jati diri atawa ke food court cuma pengen melihat lihat...

sama halnya mungkin (ini cuma probable) orang-orang yang ke SC dan PS melihat orang orang yang ke pacific place (PP) adalah orang orang yang butuh diakui sebagai executive muda
well put.
dartz wrote on Apr 17
ah SES A...hehehe
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
gharonk said
Saya kira adalah hak setiap orang untuk mencari jati diri atawa ke food court cuma pengen melihat lihat...

sama halnya mungkin (ini cuma probable) orang-orang yang ke SC dan PS melihat orang orang yang ke pacific place (PP) adalah orang orang yang butuh diakui sebagai executive muda

hehehehehehe.... no offense.. buat saya makan dimana saja asal menyenangkan itu sudah lebih dari cukup... btw, good photographs
pertama

Sekali lagi kita bermain dengan persepsi, memang bahasa tulisan telah terbukti sering menyesatkan diskursus antara kita berdua nih, mas gharonk? *grin. Cukup membosankan rasanya.

Bahwa mall adalah lokasi (yang dapat memancing) konsumerisme, ahh, siapa pula yang dapat membantah? Pemilik mall nya mungkin? :p

FYI (dan sekaligus sebagai disclaimer bagi rekan2 lain), pernyataan yg dipermasalahkan gharonk tsb di atas tidak pernah dimaksudkan sebagai judgement, tetapi justru diletakkan dalam kerangka dasar pemikiran mengapa fenomena tsb terjadi di SC, dan mengapa hal lainnya yang justru terjadi di PP (atau PS, atau PI, atau seantero mall2 lainnya di Jakarta). Untuk mencoba mengerti dan memahami (dalam proses konstruksi), tentu kita harus mempelajari latar belakang dan/atau penyebabnya, bukan?

Percayalah, untuk saat ini, dahulu, maupun kapanpun; pasti akan dibutuhkan (semacam) background untuk proses keberangkatan pikiran pun hasil observasi mengapa begini dan atau kenapa begitu. Bahwa itu lantas diklaim sebagai proses pelabelan, judgement, ataukah pengkotak2an -- itu hanyalah sebuah persepsi defensif atas ketidaksamaan dasar pemikiran dan/atau suatu ketidakmengertian atas pilihan sikap.


kedua
Asumsi berupa persepsi pengunjung PS dan SC atas pengunjung PP cukup menarik.

(a) Tapi berhubung gue bukan anggota komunitas PS dan SC, hal ini merp hal yg baru gue dengar. Thanks for sharing.

(b) Tambahan, gue juga bukan anggota komunitas PP, jadi emang gue pikirin? Huehhee..

(c) Kalau pun mau mengkotak2an seorang TLT, maka gue adalah anggota komunitas (mall) Kelapa Gading. Jadi asumsi apa yg akan digunakan? Bahwa gue adalah seorang pengusaha Glodok, Kemayoran, dan sekitarnya? *grin


ketiga
kamsia untuk pujian colongannya atas foto2 termuat.
Hehehe..
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
is that steak pizza? I loveed Hickory steak Pizza
Bukan, itu dari Scala. Pernah coba? Enak lhooo..
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Awww,,, it's looked weird (for me)
masa?
*bingung

Mungkin motretnya yg jelek. Maafkan..
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
apaan ini?
entah.. yang penting enak dan GRATIISSSS.. hahahhaa..
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
well put.
ah, kau..
*geleng2 kepala
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
dartz said
ah SES A...hehehe
eh, apa nih bos? Ndak mudheng gue euyy..
dartz wrote on Apr 17
eh, apa nih bos? Ndak mudheng gue euyy..
mahal bok... hehehe...
merlyna wrote on Apr 17
looking like beef teriyaki...
lifawall wrote on Apr 17
entah.. yang penting enak dan GRATIISSSS.. hahahhaa
Halah,,, yg gratis aja lgs dilahap tanpa tau apa (nanti kayak Hannibal dikasih makan ........)
lifawall wrote on Apr 17
Bukan, itu dari Scala. Pernah coba? Enak lhooo
Nggak pernah nyoba,,,,
dindays wrote on Apr 17
glek :PPP
rinita wrote on Apr 17
yang di PP siang tadi ruaaaaame banget, suamiku pesan sop buntut, satu jam saja, shasimi dan tempura ku udah abis..eh belum dateng juga.....
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
dartz said
mahal bok... hehehe...
Hhehehe, yoiiii....!!! :-)
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
merlyna said
looking like beef teriyaki...
Kaya nya sih, mbak.. Sabodo teuing, yang penting gratis dah!
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Halah,,, yg gratis aja lgs dilahap tanpa tau apa (nanti kayak Hannibal dikasih makan ........)
ih, sirik tanda nggak mampu!
(baca: lo pengen ditraktir juga yaa..huheheh)
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Nggak pernah nyoba,,,,
Nahh, itulah.. makanya musti dicoba *grin
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
dindays said
glek :PPP
Hehhe.. sukses bikin orang ngecess.. :-)
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
rinita said
yang di PP siang tadi ruaaaaame banget, suamiku pesan sop buntut, satu jam saja, shasimi dan tempura ku udah abis..eh belum dateng juga.....
Oh, iya tuh .. Kalo ke UK PP emang mendingan jangan siang pas lunch break; penuhnya setengah mati. Kalo mau ke UK pas siang dan bisa sepi, mending ambil yg di Senayan City. Nahh, giliran elo mau nyobanya malam, PP baru asyik.
csakura wrote on Apr 17
bibimbap hehehe
csakura wrote on Apr 17
bagusan mana yg d Senci sama PP? gue blom pernah mampir yg d PP soale, emang jarang kesana siy, mal-nya agak 'dingin' dan nggak bersahabat hehehe
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
csakura said
bibimbap hehehe
yaaa.. pokoke itu dehhh.. hehe
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
csakura said
bagusan mana yg d Senci sama PP? gue blom pernah mampir yg d PP soale, emang jarang kesana siy, mal-nya agak 'dingin' dan nggak bersahabat hehehe
Beda selera; kaya gue tulis di atas.

(1) PP emang lebih condong buat kantoran; kalo siang2 ke sana alamat mampus aja, alias bakal mati kelaparan. Gara2 pesenan elo kagak nyampe2..huehehe..
(2) Giliran SC tuh emang tempatnya gaul, makanya kalo malam "lively" bangets.

Dikau mah, kaya nya tipikal gaulista malam hari yah, heuhe; jadi emang lebih cucok ke SC ajah
:p
coogeesika wrote on Apr 17
Fonduenya cheese or choc?
coogeesika wrote on Apr 17
akhirnya ada Es Shanghai jugaa... Sluuuuurp
*nebeng yah!
nrhapsari wrote on Apr 17
ah kau juga! untuk apa geleng2 kepala?

fondue-nya itu dari chocalot ya?
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
Fonduenya cheese or choc?
coklat dunks. Baru tahu gue ada yg keju, malah. Kaya apa yah?
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
akhirnya ada Es Shanghai jugaa... Sluuuuurp
*nebeng yah!
Hahahaha.. es shanghai, es campur medan, es oyen, es teler.. kaya nya hampir sama rasanya semua.
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 17
ah kau juga! untuk apa geleng2 kepala?
Karena teringat diskursus pada posting ini: Girls, do We Really Wanna be Equal? dan analisis teman gue (yg blog nya dikutip) atas persepsi mu. *mengedipkan mata
csakura wrote on Apr 17
Dikau mah, kaya nya tipikal gaulista malam hari yah, heuhe; jadi emang lebih cucok ke SC ajah
:p
maksudnya apa nih? gue sih ke SC kebanyakan karena kerjaan dan fasilitas. cih.
PP is fine, tapi tokonya masih minim, apa yg bisa gue liat disana? lagian brand2xnya upscale smua, nggak terlalu masuk sama readers gue. paling banter gue cari lokasi motret dan makan.
sapiterdepan wrote on Apr 17
Lho, janji traktiran mu ke gue aja masih belum terpenuhi, whayooo..
Emang saya pernah berjanji yaa?
huhuhuhu mauu urban kitchennnn....

hhuhuhuhuhu
*ngecess ngecess

nrhapsari wrote on Apr 18
maksudnya apa? she stated her opinion, i stated mine.
i appreciated what she wrote, i put down my perspective. no means to offend anyone, express my apology to your lady friend if i did offend her in any way.

you sure do like to wink a lot do you? :)
coogeesika wrote on Apr 18
coklat dunks. Baru tahu gue ada yg keju, malah. Kaya apa yah?
Yeee,kalo orig. di Swiss mah pake Cheese, Mas. Cuman yah gak pantes aja strawberry dimakan pake cheese. But well, org Swiss apa aja dimakan pake cheese!
Biasanya cheese fondue itu pake daging n veggies.
coogeesika wrote on Apr 18
Hahahaha.. es shanghai, es campur medan, es oyen, es teler.. kaya nya hampir sama rasanya semua.
Nah kalo gitu mesti percaya ama mata kali yah? Gw khan suka gak inget ama nama2nya. Jadi kalo pelayan dateng, gw tinggal bilang n tunjuk: mas, nyang itu tuuuh! :)))
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
csakura said
PP is fine, tapi tokonya masih minim, apa yg bisa gue liat disana? lagian brand2xnya upscale smua, nggak terlalu masuk sama readers gue. paling banter gue cari lokasi motret dan makan.
Ohiya, setuju banget sama ini. Sebenernya gue jg rada2 males kalo diajak ketemuan di PP, dg alasan yg sama kaya elo. Paling2 kalopun ke sana emang gara2 nyocokin lokasi (dan waktu) meeting point nya aja. Plus ada bbrp tempat makan yg emang menarik; atau diajakin nyoba'in sama temen gue.

Di lain pihak, kondisi nya yg masih sepi malah menarik (buat gue), karena ya itu tadi; kalo di SC dan PP terasa terlalu gaul -- untuk melihat dan dilihat. Buat gue sih berasa nggak nyaman aja.

Maksudnya apa? Nggak ada maksud apa2; sekedar snapshot soal selera, kan? *bingung
Susah nih, pake bahasa tulisan; bertendensi untuk jadi mispersepsi tergantung mood..
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
Emang saya pernah berjanji yaa?
huhuhuhu mauu urban kitchennnn....
Hhehehe... jadi kepengen ya? Yeah, sukses! :p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
maksudnya apa? she stated her opinion, i stated mine.
i appreciated what she wrote, i put down my perspective. no means to offend anyone, express my apology to your lady friend if i did offend her in any way.
Tentu gue (dan dia, gue berani jamin) menghormati hak elo (dan siapapun) untuk berpendapat. Bukankah itu salah satu kegunaan blog (dan interaksi sosial lainnya)? Soal salah atau benar itu relatif pastinya. Dan terkadang ada pengaruh masalah selera, budaya, suku, agama, pengalaman, strata sosial, dsb, yang tentu tak bisa diabaikan begitu saja.

Tapi spt sudah gue jelaskan di atas pada reply-an ke salah satu komentator di postingan ini (yang ikutan elo komentarin juga -- udah baca atau belum?) ada hasil observasi yang lantas didiskusikan dan diperdebatkan. Termasuk soal pencitraan diri; gimana cara kita ingin kita dilihat orang, gimana cara orang lain ngeliat kita, dan pada akhirnya, gimana diri kita yg sebenarnya.

Tentu bukan soal salah atau benar, sekali lagi dapat ditekankan di sini. Tapi pasti ada alasan2 yang melatarbelakangi mengapa begini atau kenapa begitu. Dan dengannya lah, kita, insya Allah, dapat lebih mengerti dan memahami orang lain. Dalam kasus yg gue angkat tadi, katakanlah, analisis atau boleh dibilang pembacaan karakter tsb sudah kami lakukan, dengan merujuk pada pola2 yg terbentuk dari model penulisan, cara berkomentar, maupun reaksi yang ditampilkan.. hehehe

* sbnrnya mau ngedipin mata lagi, tapi takut ada yg protes dan ngelarang
:p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
Cuman yah gak pantes aja strawberry dimakan pake cheese.
Nahh, itu dia gue juga jadi bingung ngebayangin nya. Maklum, ndeso, belum pernah liat aslinya di Swiss.. hahahaha..

Paling2 mesen "cheese sauce" di outlet2 fastfood Wendy's, trus nyelup2in burger atau kentang nya deh ke dalam situ. Enak juga! Sayang bikin nduti.. :p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
Nah kalo gitu mesti percaya ama mata kali yah? Gw khan suka gak inget ama nama2nya. Jadi kalo pelayan dateng, gw tinggal bilang n tunjuk: mas, nyang itu tuuuh! :)))
Kalo dateng ke UK, dijamin pasti bakal laper mata berats! Dan lantas pengen nyobain semua yg ada di depan temen ato di meja sebelah **curhat colongan, pengalaman pribadi :p
three30 wrote on Apr 18
Yum!
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 18
three30 said
Yum!
*grin
sapiterdepan wrote on Apr 19
haaaah jadi kapannn kapaaaann?


*siap2 ngosongin perut..
**mana pake kirim via imel segala lageh
coogeesika wrote on Apr 19

OOT neh, lu dah pernah nyoba Raclette gak?
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 19
**mana pake kirim via imel segala lageh
Tentu supaya Anda jadi makin tergoda, miss.. :p
terbanglahlbhtinggi wrote on Apr 19

OOT neh, lu dah pernah nyoba Raclette gak?
never heard of, what was that?
coogeesika wrote on Apr 20
never heard of, what was that?
Nih hasil nyolong definisi dari Wikipedia:
Raclette is both a type of cheese and, informally, a dish featuring the cheese. Traditional Raclette is a semi-firm, salted cheese made from cow's milk. However, varieties exist made with white wine, pepper, herbs, or smoked. The Raclette cheese round is heated, either in front of a fire or by a special machine, then scraped onto diners' plates; the term raclette derives from the French racler, meaning "to scrape". Traditionally, it is accompanied by small firm potatoes (Bintje, Charlotte or Raclette varieties), gherkins, pickled onions, dried meats (such as prosciutto and viande des Grisons), sliced peppers, tomato, onion, mushrooms, pears, and dusted with paprika and fresh-ground black pepper.

Ps. Pokoknya SERU kalo ngumpul2 sambil ngeraclette booo !
Just imagine this:


montafoto.com