Terbanglah Lebih Tinggi

terbanglah's posts with tag: bahasa indonesia

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bahasa indonesia
Photo AlbumSapardi dan Puisi-puisi Cinta nya (13 photos)Feb 18, '08 7:19 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Pembacaan dan musikalisasi puisi dari sosok penyair (Indonesia) favorit gue, Prof Dr Sapardi Djoko Damono. Sudah sering gue mendengar soal “musikalisasi something”, baru kali ini berkesempatan untuk mencicipinya. Ternyata menarik juga.

Sapardi adalah penyair yang juga pernah menjadi Dekan Fak Sastra Universitas Indonesia (sekarang berubah nama menjadi FIB-UI), yang lantunan kata2 dalam karya nya sanggup menyentuh sanubari, menggetarkan hati, merangsang kenangan, dan membangkitkan asa.

Banyak dari hanya sedikit puisi yang pernah gue buat; entah untuk konsumsi sendiri atau demi seseorang, yang terinspirasi dari lantunan irama nya. Karenanya adalah suatu kehormatan untuk dapat menyaksikan pementasannya secara langsung (walaupun sehabis itu badan serasa remuk akumulasi kecapekan seminggu, heuhe).

Tanpa diduga, ternyata saat di dalam kami duduk persis bersebelahan dengan sang Maestro dan adiknya (Niniek L Karim), yang rupanya sengaja duduk secara incognito. Dan kami pun sempat saling bertukar sapa dan senyum. Atau mungkin seharusnya gue berfoto bersama seperti selayaknya seorang pengagum kepada idola nya, ya? *grin

Jangan lupa mencoba beberapa CD rekaman yang ditawarkan. Beberapa yang gue beli ditampilkan foto nya di halaman ini. If you’re a big fans of him, then you should have it!

Sayang sekali pertunjukkan, terutama menjelang akhir, agak dirusak dengan teriakan2 tidak senonoh yang diperdengarkan oleh beberapa penonton yang duduk 2 (dua) baris di belakang kami. Mereka melampiaskan ketidaksenangan mereka pada gaya mbeling sang MC. Apapun sebabnya, yang kalian lakukan itu sungguh perbuatan yang tidak berbudaya, kawan. Sangat mengganggu penonton lain yang ingin menikmati pertunjukkan. Dan di mana rasa hormat mu pada sang penyair, yang tentunya mendengar jelas semua ocehan mu? Kalian toh tahu, di mana pintu keluar. Ataukah kaliah memang hanya ingin kehadiran kalian di sana sebagai peneguh tanda popularitas gengsi di antara sesama; dengan tanpa mengerti apa yang ditampilkan -- apapun itu? Sebuah unjuk superfisilialitas tanpa henti sembari mengangkangi pertunjukkan seni sebagai obyek penderita?


Jumat, 15 Feb 2008
Taman Ismail Marzuki
Grha Bhakti Budaya


PS:
Sebenarnya koleksi foto ini dimaksudkan untuk koleksi pribadi, tapi Rieke memintanya untuk dimuat, sebagai pengganti ketidakhadirannya. Here you go, Ke, as you wish. Betapa beruntungnya elo karena bisa setiap hari berpapasan dengan Sapardi di kampus.



EventSapardi Djoko Damono - Puisi-puisi CintaFeb 12, '08 6:16 AM
for everyone
Start:     Feb 15, '08 8:00p
Location:     Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta

Pembacaan dan musikalisasi puisi dari sosok penyair (Indonesia) favorit gue.

Mantan dekan Fak Sastra UI (skrg berubah nama mjd FIB-UI), yang lantunan kata2 dalam karya nya sanggup menyentuh sanubari, menggetarkan hati, merangsang kenangan, dan membangkitkan asa.

Banyak dari hanya sedikit puisi yang pernah gue buat; entah untuk konsumsi sendiri atau demi seseorang, yang terinspirasi dari lantunan irama nya. Karenanya adalah suatu kehormatan untuk dapat menyaksikan pementasannya secara langsung.

PS:
Gimana cara ngedapetin tiketnya yah? Gue pengen nonton yg hari Jumat nih; butuh 2 tiket. Udah coba hubungi ke no telp nya TIM yg banyak beredar di iklan2 ttg pementasan Sapardi ini kok ndilalah ndak bisa dihubungi. Anyone? Please..

Blog EntrySECARANov 9, '06 9:38 PM
for everyone
 

Beberapa hari terakhir terjadi peningkatan lalu lintas perdebatan dalam suatu mailing list diskusi perbukuan yg sangat terkemuka. Sebabnya adalah karena adanya silang pendapat mengenai penggunaan kata “secara” dalam cara kita berbahasa belakangan.

 

Mereka yg menentang menyatakan berbagai hal negatif ttg penggunaan kata “secara” tsb; mulai dari sekedar mengkritisi secara teknis per-bahasa-an, hingga mengaosiasikannya sbg suatu bentuk bahasa yg “ke-salon2-an” – melambai, katanya. If you know what I’m talking about *grin.

 

Sebaliknya, mereka mati2an mendukung pun tak kalah hebohnya bersuara; mulai dari mengemukakan alasan (yg sayangnya, terkesan dipaksakan) bhw “itu bahasa gaul.. dan nggak gaul lebih buruk dari mati..” (à ini kesimpulan yg tertangkap), hingga melecehkan mereka2 yg protes sbg kaum yg sudah beranjak tua & tidak mengikuti zaman yg menderap maju.

 

Tak dapat dipungkiri, kata "secara" maupun berbagai jenis & macam bahasa "gaul" lainnya yg lambat laun akan terserap ke dalam bahasa VERBAL pada percakapan kita sehari2 tentunya hanyalah sebentuk budaya pop & gaya hidup terkini.

 

Pengrusakan bahasa? Tentunya tidak. Sepanjang tidak meracuni bahasa tertulis kita. Walau harus diakui, kecenderungan yg ada sekarang kebanyakan dari kita saat ini adalah tidak menyadari (atau tidak mengetahui) adanya perbedaan penggunaan bahasa lisan versus tulisan - terutama untuk pemakaian resmi. Itu yg patut disayangkan.

 

Di lain pihak bila kita, atau dewan bahasa, atau apalah namanya pihak yg berwenang atas penggunaan bahasa Indonesia yg baik & benar; telah dengan jelas & tegas memfatwakan penyerapan atas kata "secara" tsb ke dalam bahasa negara, maka tiada lain yg dapat kita lakukan kecuali menerimanya dg legowo – suka maupun tidak.

 

Sejujurnya, telinga & otak gue hingga saat ini masih tak dapat menerima pengunaan se-wenang2 kata "secara". Dlm konteks pribadi pun saya sangat menghindarinya. Tetapi bila kah budaya verbal & kecenderungan umum ternyata menerimanya, apa ada yg salah dari hal itu? Apa kita perlu saling menumburkan ego dan emosi masing2, semata2 demi meributkan suatu hal yang tidak sepenting itu?

 

Biarkan saja kafilah berlalu, tapi tentukan pilihan mu:

apakah akan ikut arus, atau tetap bertahan sendiri.

 

Bahasa, sebagaimana produk budaya lainnya, merupakan hasil pemikiran umat manusia yg selalu berkembang ke arah lebih baik demi peningkatan kualitas hidup manusia. Manusia bukanlah mesin, atau batu, atau tanaman - yg hanya bisa ajeg, dan pasrah menerima apapun yg dijejalkan pada mereka.

 

Ijtihad (dan bukannya taqlid buta) adalah fitrah manusia.

 

Jakarta 12870 Pancoran
Jumat,
10 Nov 200608.40 AM
© terbanglah lebih tinggi

 

 

PS:

* Artikel ini dikirimkan sebagai tanggapan ke mailing list perbukuan dimaksud.

* Kalau tidak salah, Melly Goeslaw telah mempopulerkan penggunaan kata "secara" dlm salah satu lagu yg dibuatnya sbg soundtrack film "Heart" (didistribusikan sekitar Mei 2006). Aneh juga bila skrg kata "secara" tsb baru "dibicarakan"..*grin

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help