Elu sendiri memandang diri elu sebagai pejuang kehidupan atau penikmat kehidupan, Yo? Seorang teman menelisik relung dengan sebuah pertanyaan tak terduga.

Hidup itu anugerah, Jenderal! Itu kontemplasi gue saat melintasi Rasamala di Pancoran sore ini, sehabis berdiskusi di Kantor Pajak Tebet, dan melihat keriangan anak2 SMP yang riuh rendah bermain bola penuh peluh, adik2nya di SD yang menikmati sore sembari bergelayutan di pagar lapangan nun di sana, dan gadis2 SMA yang sedang ngambek soal malam minggu di depan pacar2nya yang baru saja berupaya menumbuhkan kumis.
Dengan semilir angin sore yang mendung dan renyahnya aspal basah bekas hujan, semua kesederhanaan ini terasa bagai sayup musik di telinga jiwa... dan aku pun memejamkan mata ke hadirat Nya, dengan seulas senyum tersungging di bibir, dan kepasrahan hati yang tawakal.
Can you just stop for a while to enjoy the simple things of life?
Dalam perjalanan kembali menuju kantor,
Friday, Dec 14, 2007 - 16:17 wib
© terbanglah lebih tinggi
Photo courtesy of TLT, taken at Sukabumi, on Jan 09, 2007
Question: How Do You Love the Rain?