terbanglah's posts with tag: gombal warning
   | Earth | May 16, '08 2:16 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
Promoted as feature-length version of the doc TV series, it following the migration paths of several "protagonist" heroes. It boasted superb cinematography and colorful journey throughout the live of, probably, ones of the most endangered species in the world. See the world totally anew, the way you'd never see it thru your very own eyes in a lifetime. Of course unless you joined the west front quietly as one of the courageous soldier, which wont be happened to the most of us.
Patrick Stewart (the captain of Startrek's USS Enterprise, the professor in the X-Men trilogy) delivered the narration extremely well, can hardly imagine what the movie would be like without the guidance of his steady and (sometimes) passionate voice. Be noted that its Japanese dubbed version was narrated by the great Ken Watanabe (performed on Geisha, the Last Samurai, etc).
Yet, I think better to watch its TV version. Moreover, Gore's inconvenient truth got better (presentation) materials than this movie. Consider "Earth" instead if you planned to spend the quality time with the whole family. Soon, you're gonna discovering a thousand ways to say "ooohhhh", and "aaahhhh", with such amazement and/or, disbelief. That's why, overall, the message it intended to be spoken has been delivered quite well. Beside, who's not gonna be intrigued to see a movie so extensive, it got a 5 years to be made.
Still, watching this movie is a MUST. Especially to find out whether you really care ... OR not. I dare you! *grin
Blitz Megaplex, Grand Indonesia Sunday, May 11, 2008 – 16.31 wib Photo courtesy of TLT.
See picture attached for some useful steps suggested to be done at your own home


Menyejukkan hati melihat festival berbau "green" seperti ini mendapat tempat yang sangat luas dalam pemberitaan, dan karenanya merangsang minat (calon) penonton untuk memacetkan jalur lintas Senayan pas Minggu sore kemarin. Membuat gue terpaksa berjalan cukup jauh dari tempat parkir di Masjid Al Bina menuju Gedung Serba Guna Senayan untuk menghadiri acara nya my dear Vonny.
Di lain pihak, beberapa hari yang lalu gue sempat baca komentar F, seorang seleb pria, di harian Kompas, bahwa preferensi seseorang untuk memutuskan festival apa yang akan dia tonton, atau lebih luas, kegiatan (publik) apa yang akan dia lakukan, sebenarnya sangat dipengaruhi oleh persepsi yang dimiliki ybs atas festival/kegiatan tsb. Secara singkat, hal tsb dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu;
(1) mereka memang menyukai musik yang disajikan (misal: Java Jazz 2008) dan/atau tertarik dengan isu yang diusung (misal: Green Festival).
(2) mereka sekedar menyukai atmosfir festival2 semacam itu, atau mempertimbangkan value-over-price nya, atau sebagai alternatif menarik atas acara weekend yang monoton nonton-makan-nongkrong di mall, dan
(3) mereka yang merasa wajib utk datang ke festival sejenis karena, "..kalo nggak datang, lo nggak eksis..", karena Java Jaz atau Global Warming telah menjadi trend dan karenanya (sekedar) bagian dari gaya hidup; yang terasosiasi dengan pencitraan diri yang keren, bergengsi, intelek, dan menjadi syarat wajib agar diterima oleh "peers" alias kelompoknya
Terlepas dari selera maupun pilihan gaya hidup masing2, biasanya mereka dengan pilihan terakhir lah yang menjadi pendukung paling fanatik, untuk nggak dibilang militan; tapi yang secepat itu pula akan berlalu bersama tiupan angin yang berubah, atau hingga kelompoknya memilih icon gaya hidup lainnya untuk diperjuangkan sepenuh asa. Bahkan terkadang, hingga dengan cara2 yang cukup konyol.
Tentu kita masih harus melihat komitmen mereka di masa mendatang, dan memang hanya waktu lah yang bisa membuktikan. Atau dalam beberapa kasus ekstrim, perilaku sehari2, dimulai dari hal yang paling sederhana sekalipun sudah akan dapat berbicara dengan sendirinya. Dalam hal isu2 lingkungan, misalnya:
(1) mematikan lampu meeting room saat tak digunakan, (2) mencabut power cable dari stop kontak saat peralatan dimatikan (3) mandi jangan pake bathtub atau shower. Cukup gayung! (4) sedapat mungkin pake angkutan umum, (5) etc
Kembali ke si oom seleb di atas, biasanya gue rada ilfil ngeliatnya sih; karena tendensi nya utk melecehkan perempuan dlm talk show yang dipandunya. But this time, couldn’t be agree more with him. Yo, dude! *grin
Btw, believe it or not, kalimat "..kalo nggak datang, lo nggak eksis.." merupakan semboyan resmi Panitia Java Jazz 2008 (oh, No! Who do you think he are? *grin), yang mereka gunakan, paling tidak, pada saat penukaran tiket resmi di Hotel Sultan, beberapa hari sebelum acara berlangsung. Mungkin saja itu bukan semboyan resmi, what the heck, tapi bahwa kalimat tsb dicetak besar2 pada seragam resmi mereka, dan digunakan pada salah satu acara resmi pula. Jadi?
Cara2 konyol di atas digambarkan dengan sangat baik oleh seorang rekan; yang memergoki seorang remaja dengan full dandan gaya masa kini, berlagak pede dan gagah, walau dengan suara gemetar, menunjukkan kartu Pass Java Jazz 2008, sembari menutupi bagian foto kartu tsb. Tentu saja dia langsung disuruh pulang. Percuma deh, capek2 dandan...
On replying to a friend thru Sampoerna-ITB mailing list Mon, 2008 04 21 - 9:14 AM Jakarta 12870

|  |
Fellas,
Have you read the newest edition of TIME magz today? (ed Apr 07, 2008) Look at the numbers of the renewable energy as stated inside it and provided below. This is one of the hottest issue discussed and debated in our Sampoerna-ITB class 2007 of Energy. As a matter of fact, it is incorporated into our curriculum, and even the business or at least development is currently performed by some of our fellow classmate and faculty.
Now, given out the report of TIME magz, is there something more out there we should find out?
the Numbers
365 Days one person could be fed on the corn needed to fill an ethanol-fueled SUV
USD 100 billion Estimated size of 2010 biofuel market
300,000 Hectares of Brazillian rain forest lost in the last six month of 2007. Or nearly as big as the Greater Jakarta area.
|
| |