| |
terbanglah's posts with tag: jiffest 2007
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Marion Cotillard (Oscar Winner 2008, Best Actress), dan La Vie en Rose, menjadikan kehidupan penyanyi terkenal Édith Piaf (1915—1963) terdengar lagi gaungnya.
Sejujurnya itu bukan nama yang familiar, walau (ternyata) lain hal nya dengan beberapa lagunya. Pengalaman serupa pun bahkan dirasakan oleh beberapa rekan lain yang lebih senior, yang seharusnya, mengingat usia mereka, telah mengenal Piaf lebih dahulu pada saat yang bersangkutan masih hidup.
Piaf adalah sebuah ikon, dan dianggap sebagai penyanyi pop terbaik Perancis hingga sekarang. “La Vie en Rose" (French for "Life in Pink") was the signature song of her. Few friends even christenized the song as their medicine every time they went down. An appreciation I find hard to follow, even though I admit that the song is very nicely sang and played.
Lagu-lagu nya kebanyakan menggambarkan kehidupannya yang tragis, yang digambarkan secara luar biasa baik di dalam film tersebut. Film itu sendiri sangat un-tonton-able (heuhe), dengan karakter Piaf yang kejam, satir, pongah; bersanding secara kilas balik dengan keluguan dan autisme nya semaca kecil, keliaran dan kekurangajaran masa remaja yang bebas tak kenal aturan.
Salah satu adegan paling mengesankan adalah ketakutannya saat mengenal dan tampil di panggung profesional untuk pertama kalinya. Ini adalah suatu hal yang sangat kontras dengan ketidakpeduliannya saat tampil sebagai penyanyi jalanan. Sikap yakin diri nya bahwa ia dianugerahi suara Tuhan yang indah dan abadi tersebut kemudian malahan diadaptasi menjadi gaya nya sehari-hari saat sudah (semakin) terkenal. Hal yang kemudian seolah semakin menjauhkannya dari kehidupan nyata maupun orang-orang yang tulus mencintai dan peduli padanya. Hal yang kemudian boleh dibilang menjadi sumber kejatuhannya; terutama karena ketidakpeduliannya yang akut pada kehidupan sehat, maupun saran-saran yang berguna.
Édith Piaf, menanjak dengan cepat, untuk kemudian jatuh termakan ketenarannya sendiri. Tipikal klasik keberhasilan luar biasa yang berdiri tanpa fundamental yang memadai.
Film yang tidak menarik, perjuangan hidup yang mengiriskan hati, biografi yang membosankan dari kesombongan seseorang, tertolong oleh akting yang sangat mengesankan dari Ms Cotillard; termasuk lypsinc yang sukses dibawakannya hingga seolah benar dia yang menyanyi sepanjang film.
Tak heran bila untuk perannya sebagai Piaf, Ms Cotillard memborong semua gelar aktris terbaik tahun ini (2008); mulai dari Golden Globe (US journalists), BAFTA (British), the Lion Award (Czech), hingga Academy Award alias Oscar.
Penampilan hebat lainnya Ms Cotillard dapat dilihat saat dia bersanding dengan Rusell Crowe, dalam "a Good Year" (2006) dengan sutradara Riddley Scott. A very recommended movie, instead.
Wed, Dec 12, 2007 – 21.15 wib Djakarta theater at JiFFest 2007

| |
|