Terbanglah Lebih Tinggi

terbanglah's posts with tag: technology

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag technology
ReviewPesta Blogger 2007: Mangan Ora Mangan nge-BlogOct 29, '07 10:39 AM
for everyone
Category:Other


Setahu gue, ini adalah ajang terbesar sekaligus pertama kalinya para blogger di Indonesia berkumpul; sekitar 500 bloggers tumpek bleg di Auditorium 2 nya Blitz. Kalau menurut website resmi acara tersebut, tujuan yang ingin dicapai adalah sederhana; semata penekanan pada unsur “friendly” gathering. Maksudnya untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama bloggers. Paling tidak, itulah argumentasi kenapa nama "Pesta" digunakan.

Dan lebih jauh, kalau kita berusaha mencermati susunan acaranya; tentunya juga untuk memperluas jangkauan pengetahuan maupun tingkat pemahaman para blogger itu sendiri tentang kegiatan blogging pun segala perniknya.



Photo Caption
Suasana saat acara berlangsung; Auditorium 2, Blitz Megaplex.
Foto milik Maylaffayza, dilampirkan dengan izin.

Blogger pemula yang masih sangat butuh tambahan pengetahuan; itulah kenapa gue kepengen ikutan acara ini (walau sempat ragu). Tujuan utama gue datang ke acara ini adalah untuk memperluas wawasan dengan cara ikutan diskusi pada kelompok terbatas. Panitia ngasih nama keren untuk itu, “the Break Out Session”. Sangat menjanjikan, bukan? We’ll see..

Yep, saya termasuk di dalam kategori yang butuh pencerahan tersebut; blogger gaptek dan nggak gaul, alias pemula dalam jagat per-blogging-an. Itu jelas. Sebagai bukti, liat aja desain blog gue yang dari dulu begitu2 aja, hehehe.. Sampe2 Tina, si jagoan web designer dari Jerman, napsu banget pengen permak blog gue seperti celana Lepis yang belinya kegedean. Tapi untuk gue dapat harga diskon kan, mbak? *grin

Tapi yeah, what the heck.. gue ngeblog emang niatnya awalnya cuma sekedar untuk dokumentasi tulisan-tulisan gue yang bertebaran di berbagai tempat kok. Juga sekaligus sebagai ajang katarsis masalah sekaligus katalisasi diri. So what, gitu lho. Ehm, bertebaran di sini musti diartikan secara harfiah ya; bukan berarti udah pernah terbit di berbagai media, heheh.. Ada sih, beberapa keping, tapi cuma sedikit kok!

Walau beberapa minggu terakhir gaung acara ini lumayan terdengar dan sepertinya cukup dinanti2 seperti adzan Maghrib tanda waktu berbuka puasa, tapi entah kenapa sepertinya gue masih terbutakan akan halnya lokasi, apalagi soal pendaftaran dan ketersediaan tempat. Sepertinya mudah untuk menyangka mereka kurang publikasi. Atau mungkin karena website nya kurang informatif dan user friendly, ya?

Anyway, untunglah 3 hari menjelang acara gue dapat akses ke postingan terkait resmi mereka soal pendaftaran etc, dan mulai kasak-kusuk cari tahu. Ternyata pendaftaran pasti (baca: confirmed) sudah tertutup. Jadi akhirnya gue putuskan untuk kembali ke rencana awal; “go show”. Toh gue musti kuliah dari pagi sampe malam; jadi sekalian aja gue cabs dari kampus ke lokasi, dan sebaliknya. Shouldn’t take my time that long anyway, no? Masalahnya; kalo kebanyakan cabut kuliah, gue nggak bakal boleh ikut ujian, euy!

Sempat berusaha janjian ketemuan di lokasi dengan Sinta, yang asli nggak nyadar kalau namanya sudah terdaftarkan dengan sukses sebagai salah satu peserta. Jadilah dia nubyak2 buru2 mandi dan langsung ngejar2 kereta dengan sukses dari rumahnya nun di Bintaro sana. Jangan tanya gue Bintaro itu di mana, lha wong Kemang aja gue masih gagap! Hehe..

Sempat juga nyariin Chika yang biasanya hobi banget ikutan (dan memaksa gue buat ikutan) acara kumpul2nya Multiply Indonesia Bloggers; satu acara yang bahkan sukses dikomentari oleh administrator Multiply di seberang sana. Sayang ternyata Chika lagi tewas habis UTS, hehe.. (sammaa doongg..) Juga sempat ketemu beberapa multiply fellows, seperti Sri Sariningdiah dan Rinita, atau bahkan ketemu teman lama dari zaman bbrp tahun lalu seperti Siskaris

Acaranya sendiri diadakan di dalam kompleks Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta. Hari Sabtu, 27 Okt 2007 kemarin; dari jam 09.30 sampe jam 15.00 wib. Tapi karena kekurangakuratan jadwal kuliah di kampus; session ke-3 baru bisa selesai pk 12 teng, dan setelah kenyang makan siang, baru pada pkl 12.30 gue berangkat. Langsung ngedaftar dan bayar IDR 100.000,- di lokasi buat ngedapetin (alhamdulillah!) selembar tanda masuk plus segepok gimmicks dalam bentuk goodie bag (hooray!).

Karena datang telat, otomatis gue berdiri2 aja di dekat pintu masuk Auditorium. Makanya pas acara dihentikan untuk break makan siang, gue bisa langsung ngeloyor ngantriin piring, dan berhasil (hehe..mulai berlebihan!) dapat No urut 1! Tapi kalo elo ngeliat gimana antusias nya para pengungsi, eh..blogger, mengantri makanan, maka ini merupakan prestasi yang cukup dapat dibanggakan!:p Lagian masalahnya gue udah pernah dapat pengalaman buruk dengan kualitas pelayanan Blitz Café yang super duper lambretta tralalaa; jadi kali ini gue nggak mau kecolongan, mengingat gue masih ngincer acara diskusi kelompok itu, dan harus segera balik ke kampus.

Well, masih banyak lagi yang pengen gue bagi dari pengamatan dan pengalaman hadir di acara itu. But long story short, here’s what I thought about it:

1. Acara nggak jelas. Quo vadis Pesta Blogger 2007? (ah, ungkapan yang klise, hehe)
2. Budget jelas ghuede bangettt, tapi konsep (atau eksekusi?) kaya nya kurang
3. Tehnical staff nggak memadai buat melayani semua peserta
4. Bahkan informasi mapping ruangan aja simpang siur sesame panitia; bikin bingung!
5. Antrian makanannya, masya Allah! Untung gue cabs duluan dari auditorium; jadi bisa makan duluan, zonder antri, dan langsung ngabur cari tempat buat diskusi kelompok. Hey, adagium kampus soal “posisi menentukan prestasi” tentunya masih berlaku di kehidupan nyata, bukan? Hehehe..
6. Ruangan diskusi kelompok terlampau berdekatan hingga saling mengganggu
7. Waktu yang dialokasikan untuk diskusi kelompok terlalu terbatas
8. Diskusi kelompok harusnya bisa menjadi penawar dahaga, tapi sayang nggak pake peralatan mike dan/atau pengeras suara lainnya. Energi lebih banyak habis buat berusaha ngedengerin mereka yang bicara dan mereka yang ribut di kelompok diskusi sebelah. Damn!

Nggak tahu deh apa tahun depan gue mau ikutan lagi atu nggak, hehe.. (no offense though). Cukup rame, tapi kurang menggigit – gue kecewa berat soal diskusi kelompok itu, apalagi udah bela2in bolos kuliah!

Tapi untungnya masih ada hal lain yang menarik yang gue dapatkan dan sejujurnya memang gue harapkan dari acara2 semacam ini; promosi dari XL sebagai salah satu partner acara untuk mendapatkan harga khusus atas proyek terbaru mereka, yang baru akan diluncurkan pada Minggu, 5 Nov 2007. Hmmmm..!!

PS:
Setelah membaca rekap dari Rinita, gue baru sadar kalo gue nggak dapat Polo Shirt dari Nokia (dan gelang, dan bbrp pernik lain). Damn. Gue kan bayar penuh seperti orang lain? Kemana tuh kaos? Kan lumayan bisa buat kuliah atau maen sepeda, hiks.


Blog EntryFriendster dan GueMay 17, '07 6:38 PM
for everyone

oleh: terbanglah lebih tinggi 

 

 

Friendster. Beberapa pernah sangat keranjingan. Beberapa pernah mengambil diskursus anarkisme yg asal beda hanya dengan cara menafikan dan melecehkan keberadaannya. Beberapa menjadikan gejala ini sebagai perpanjangan citra diri, perwujuduan daya aktualiasasi dan pembuktian akan eksistensi. Beberapa lainnya memuaskan rasa cinta  yang berlebihan; entah pada dirinya sendiri, atau pada kekasih sang pujaan hati, mungkin juga pada hobi atau sekolah atau perusahaan. Beberapa lagi mungkin tak kan bisa hidup tanpanya. Atau bahkan ada yang sama sekali tak pernah mendengarnya.

 

Apa pengaruhnya pada diri ‘lo?

 

Gue pribadi menganggap itu sebagai bagian, sebagai alat, sebagai album photo, atau kenangan pribadi. Untuk beberapa hal standar, some cheesy bits, atau mungkin pencapaian. Untuk hal yang terlalu aneh terlalu biasa terlalu menakjubkan untuk dibicarakan begitu saja setiap hari semua orang segala waktu. Bisa juga untuk sarana evaluasi sekaligus pembelajaran untuk lebih mengenal orang lain. Hal2 yg mungkin tak pernah terpikirkan dalam kehidupan nyata, pun tak sempat ditanyakan, atau tak mungkin digali lebih jauh, bisa hanya sekedar sungkan, atau malu, atau gengsi.

 

Karenanya, gue paling senang kalau bisa memperoleh kesempatan untuk membuat testimonial untuk seseorang; karena gue akan menuliskannya dengan sepenuh hati dan sejujur mungkin. Dan sudah sewajarnyalah bila kita mencermati testimonial yang tersedia untuk dapat mengenal orang lain lebih jauh; karena testimonial merupakan pernyataan jujur dari mereka yang mengenal orang ybs. Mereka yang benar2 berhubungan secara nyata. Thus for me, testimonials are words from those who know her/him for the better or worse in their real life..


Di lain pihak, sulit juga untuk melayani "pesanan" pembuatan testimonial. Maksudnya di saat seseorang secara langsung meminta gue untuk menuliskan testimonial tersebut, sementara gue merasa tidak bisa mengatakan apapun tentang nya. Kasus lain, terkadang testimonial bukannya tidak gue buat, hanya belum - entah belum sempat, entah belum dapat ilham tentang apa yg harus ditulis, entah belum-belum yang lain.


Lebih jauh, gue memberlakukan "seleksi testimonial" untuk daftar teman2 gue di Friendster. Maksudnya sederhana saja; bila setelah waktu tertentu gue merasa tidak ada yang bisa gue tuliskan tentangnya, maka nama yang bersangkutan akan langsung gue hapus sebagai "contact". Begitu saja (ini berguna untuk mengendalikan dan mencegah membludaknya jumlah "contact" gue seperti yang sudah2).
Lagipula, buat apa mempertahankan "contact" (baca: teman) yang pada nya gue tidak bisa merasakan apapun? Entah benci, entah senang.. Tidak juga rasa hormat pun rasa tidak suka. Datar.  Ya, dihapus saja; daripada menuh2in.


Sekitar setahun terakhir ini, gue upayakan hanya ada sekitar 300 "contact" plus minus. Pengennya sih, pas 300; tapi ternyata pada prakteknya agak2 sulit juga. FYI, ini tuh hasil pembersihan tepat setahun lalu, saat gue membuang 500 nama dari "contact" gue dengan teganya. Quite a number, huh?
*grin It shocked many of my real world friends, lover, and others.

 

Membaca friendster, dan tersajilah ranah hidup seseorang lain nun di sana. Yang kau kenal. Yang kau benci. Yang kau puja setinggi langit. Yang kau harap takkan bertemu lagi. Untuk lantas membaca baris demi barisnya. Dan mungkin ‘kan sanggup menciptakan satu keluh kecil; "..ohh, ternyata dia.." Dengan syntax seruan tertahan, keterkejutan yang sangat, pukulan yang mendera, maupun suka cita yang menggebu.

 

Menjelajahi friendster, dan terbentuklah ikatan maya yang melintasi ruang dan waktu. Dan seperti pisau, kegunaannya pun akan terpulang pada diri masing-masing pengguna. Friendster, sebagaimana hasil kebudayaan lainnya, hanyalah alat bantu dalam kehidupan manusia. Besar kecilnya, penting tidaknya, manfaat pun mudharatnya; hanya pada diri jualah sebaik-baiknya tanya musti diajukan. Serta dijawab.

 

insya 4JJI

 

Jakarta 12870 Pancoran

Monday, May 14, 2007 – 18.05 wib

 

 

PS:

Tulisan ini terinspirasi dari sini, dan dari sikap beberapa rekan terhadap Friendster; baik yang sangat positif, pun jua sebaliknya. It’s only a tool, my friends. Not life.

 

 


Blog EntryFrenly Speedy Time!Oct 23, '06 12:08 AM
for everyone

Frenly Speedy Time!

oleh: terbanglah lebih tinggi

 

 

Akhirnya! Setelah berbulan2 tenggelam dalam keraguan nan melenakan hati dan keinginan yang meneteskan liur, bujuk rayu beberapa rekan maupun kontra saran dari rekan yang berbeda, dan sempat tergoda pada lain provider; akhirnya gue memutuskan untuk bergabung menggunakan jasa Telkom Speedy.

 

Hah, Telkom Speedy?

 

Demikian rekan dan keluarga yang kontra. Bukannya banyak keluhan dimuat di koran2 berskala nasional? Bukannya banyak makian yang bertebaran di berbagai milis? Bukannya banyak kekecewaan yang terlontar dari obrolan sehari2? Bukannya tagihan nya terkenal hobi membengkak nggak tentu rimbanya? Yep, it’s all true.

 

Demikian pula yang gue tanyakan saat akhirnya, 30 Sep 2006, gue berbincang dg sales team mereka yang sedang nongkrong dan sibuk jualan di Kelapa Gading Mall II, Jakarta. Atas pertanyaan standar seperti ini, orang Telkom yg saat itu bertugas menjawab dg gebl*k nya,

 

Telkom: “..biasa lah, mas, yg namanya produk apapun pasti akan ada keluhan maupun pujian. Pasti ada yg puas, maupun yg nggak puas..”

Gue     : “..hmm, masuk akal. Lanjutkan..”

(dalam hati) dan hal apa yang telah, sedang, dan akan kalian lakukan utk itu?)

Telkom: “..yg penting gimana kami meningkatkan layanan & meminimalisir keluhan..”

Gue     : diam sambil tersenyum sini

(dalam hati) ..basi banget deh ‘looo..

 

Berhubung udah kebelet pengennya, dan rasanya kok ndilalah makin kepepet sama beban rekening telepon rumah & tagihan koneksi internet fren-mobile yang malah tambah gede, plus bujuk rayu dari Meltje; akhirnya gue ‘daftar juga deh. Hanya beberapa menit menjelang stand promosi mereka tsb tutup (hari terakhir); waktu itu Minggu, 30 Sep 2006.

 

Mumpung lagi ada promosi diskon harga modem + paket pendaftaran, total gue cuma kena IDR 565 ribu (harga normal minimal IDR 1 juta). Mereka juga ngecap bahwa tidak dibutuhkan instalasi yang bagaimanapun, dan sambungan pasti compatible dengan komputer apapun. Proses pemasangan mudah, plus sambungan segera on-line dalam hitungan menit.

 

Ternyata bahkan bentuk fisik modem tsb baru gue terima Juma’t, 6 Okt 2006 (lewat seminggu), itupun diwarnai dengan berkali2 telepon sampe bosen; entah ke persh penjual modem nya (Procom) maupun ke Telkom. Harus dicatat, Procom sangat helpful dan kelihatan berusaha keras menepati janji mereka (thanks, mbak Ika!). Nah, giliran Telkom ini yang nggak jelas dan berbuat seolah2 gue yg butuh mereka. Darn. Udah gonta-ganti contact person, janji2 doang tapi nggak ditepatin, harga nya pun ternyata mengalami perubahan; brengs*k betul!

 

Ya, harga berubah. Alasan mereka, karena promosi ditawarkan oleh Kandatel Jakarta Timur; sedangkan ternyata rumah gue masuk ke wilayah Kandatel Jakarta Utara. Hal yg sebenarnya sedari awal pun sudah gue nyatakan saat pendaftaran, dan saat itu langsung dijawab serta dinyatakan tidak apa2. Kenapa skrg tiba2 diralat? Bahkan tanpa ada nya permintaan maaf, apalagi rasa malu telah melakukan wanprestasi.

 

Setelah banyak telepon dan beberapa kunjungan kemudian, akhirnya account gue dinyatakan aktif per Jum’at, 18 Okt 2006. Tapi itu rupanya pernyataan sepihak, karena saat dicoba, ternyata Portege gue tidak bisa mengenali koneksi Speedy. Satu lagi janji gombal Telkom; ternyata tetap harus ada setting manual atas masing2 komputer yg digunakan. Sampe akhirnya account gue baru benar2 bisa dipergunakan Sabtu siang kemarin, 21 Okt 2006. Atau hampir sebulan setelah gue mendaftarkan diri.

 

Soal kecepatan.., memang cukup cepat sih, harus gue akui. Klaim mereka adalah 384 MBPS. Yang gue heran, kenapa rasanya Speedy hanya terpaut lebih cepat sedikit daripada fren-mobile, ya? Catatan: fren-mobile bisa mencapai kecepatan 155 MBPS di seluruh Jawa-Bali (termasuk di tengah2 perjalanan melalui jalan tol Padaleunyi/ Jakarta-Bandung), tapi belakangan sejak bulan Juli 2006 hingga sekarang, kualitas nya menurun drastis. Sebagaimana diakui oleh banyak rekan dan sepupu sesama pengguna. Halo fren, apa yg terjadi nih? Belum lagi biaya penggunaan yg bisa melonjak hingga menghabiskan limit gue yg sebesar IDR 500 ribu itu. Dengan harga speedy yang hanya IDR 300 ribu flat per bulan, quota penggunaan hingga 750 MB/bulan, plus kecepatan yang (katanya diklaim bakal) stabil, tentunya speedy menjadi pilihan yg lebih menarik kan?

 

Gue akan tetap berlangganan fren-mobile, tapi hanya akan gue pakai saat sedang mobile; misalnya lagi di mall atau lagi maen ke Bandung. Untungnya sekarang fren bebas abonemen, sih.

 

Tapi metering di laptop gue menunjukkan tampaknya sekali lagi Telkom berbohong, atau minimal, telah memberikan informasi yg menyesatkan (calon) pengguna/pelanggan. Kecepatannya, oke – memang stabil, tapi hanya maksimum 100 MBPS. Saat hal ini gue konfirmasikan pada teknisi Telkom yang bolak-balik datang ke rumah (termasuk mengganti kabel telepon gue sepanjang 15 m), mereka menjawab dengan (sekali lagi) gebl*k nya,

 

“…ohiya, mas. Kecepatan 384 MBPS itu memang benar, tapi itu kecepatan yang tercatat (baca: “yg tercatat”) ke modem nya. Sementara saat dilakukan transfer data dari modem ke komputer nya, kecepatan jadi 100 MBPS..”

 

Lempeng, tanpa rasa bersalah, apalagi malu.

Yeah, right!

 

 

Jakarta 14130 Cilincing

Sabtu, 21 Okt 2006 – 11.03 wib

 

PS:

·         Ohiya, sampe detik ini gue masih belum bisa mengakses data2 account gue secara online. Artinya, gue nggak tahu udah berapa banyak quota yang udah gue pake. Mengerikan, bukan? Hehhe.. (ketawa2 pasrah).

·         Satu hal lagi; ternyata gue tidak bisa meng-install Yahoo! Mesg ver.7.0, 7.5, dan 8.0 pada platform speedy ini. Hiks. Akhirnya terpaksa balik ke YM 5 yg udah udzur itu deh. Maaf ya, Tina J

 


Blog EntryWhy the Birds Aren’t?Aug 3, '06 8:38 PM
for everyone

Why the Birds Aren’t?

oleh: terbanglah lebih tinggi

 

 

Dengan tidak bermaksud menjadi seorang yang parno, atau mencoba menakut2-I orang2 di sekeliling gue; pagi ini dalam perjalanan menyusuri lalu lintas Jakarta yang padat, gue bertanya2 pada diri sendiri: why the birds aren’t?

 

 

Jakarta 12870 Pancoran

Fri, Aug 4, 200607.42 AM

 


the pre Earth Quake Clouds Phenomenon - Fact or Fake?

oleh: terbanglah lebih tinggi

 

 

I bet most of you, if not all, has heard about this latest HOT rumors; that a simple, unique (if not said to be "weird") clouds formation could predicts the upcoming earthquake. And this is the news: Jakartans scientist has located such clouds formation ABOVE Jakarta on Tuesday morning, Aug 01, 2006 - which is, yesterday (in case your overworked has let you forget about what day today).

 

Bila gosip tsb TERNYATA benar, tentunya kemarin kita udah mengalami gempa bumi yg dahsyat banget, dan hari ini pencakar langit Jakarta mungkin udah bergeletakan malang melintang di seantero segitiga emas yg makmur dan mengkilat.

 

Dan apa yg udah terjadi kemarin? I don’t know. Why don’t you tell me? Apakah ada gempa bumi? Apakah ada gedung yg runtuh? Apakah ada kepanikan luar biasa? Tell me.

 

IMHO - In My Humble Opinion, such thing called as "prediction"; seharusnya berarti mengetahui bhw sesuatu hal/peristiwa (pasti) akan terjadi, jauh SEBELUM atau paling tidak bbrp saat sblm hal/peristiwa tsb terjadi. Yang kemudian TERBUKTI benar. Sebaliknya; bila suatu hal/peristiwa telah benar2 terjadi, dan lantas baru kemudian dihubung2kan, diutak-atik, di-gathuk2-ne, supaya bisa menjelaskan suatu hal.. Itu namanya maksa banget deh 'looo... (sambil menggoyang2kan jari telunjuk dari atas ke bawah, hehe..):p

 

Bbrp teman mungkin akan langsung membantah pernyataan gue di atas dg berapi2, lengkap dg kutipan maupun nubuwat dari para peramal terkenal macam itu di atas; yang KATANYA udah membuktikan kebenaran/ keberhasilan ramalannya berkali2. And even lots of people truly believe in those 'prophets'; either just  ordinary people like you and me my friends, or even up to the socialite. And who are you anyway, ever so dare enough to questioning on them and their great power? (smilling).

 

One simple thought: kalau memang ramalan mereka sehebat itu, kenapa sih, mereka TIDAK PERNAH mempublikasikan ramalan mereka SEBELUM suatu hal/ peristiwa benar2 terjadi? Mengutip sebuah iklan rokok, "..tanya kenapaaa…" :p :p

 

And never forget, that 4JJI holds the ultimate power of all. That everything won't just be happened without His permition. It is truly His will, whether we could spend another seconds on this fragile planet Earth, or whether we could die right away on where we stand right now.

 

Last but not least, here is the latest (or some would say, "thrillingly") news about it, today. Believe it or not? You decide it. Have a nice lunch break, dear friends!

 

Jakarta 12870 Pancoran

Wed, Aug 02, 2006 - 11.08 am

 

 

====================

Heboh Baru Awan Gempa

Kompas Cyber Media

Accessed: Wed, Aug 2, 2006, 09.50 am

 

Sneak-peak:

---------------

Awan aneh yang disebut-sebut sebagai awan gempa muncul di atas langit Jakarta Selasa (2/8) pagi kemarin. Selain Jakarta, awan aneh ini pun muncul di Bandung. Awan aneh ini bentuknya memanjang seperti asap yang ke luar dari pesawat.

 

Di Yogyakarta, awan seperti itu muncul beberapa saat sebelum terjadi gempa dahsyat. Di Jepang tepatnya di Kobe, delapan hari sebelum terjadi gempa dahsyat pada tahun 1995, ditandai dengan kemunculan awan seperti itu.

 

...belum ada penelitian apakah awan itu berhubungan dengan gempa atau tidak. Kalangan yang membantah kaitan awan dengan gempa juga belum melakukan penelitian. Hanya saja, beberapa kejadian gempa di dunia kerap ditandai dengan munculnya awan tersebut," ...

 

Secara ilmiah, ... keberadaan awan aneh tersebut sebenarnya bisa diterangkan. Ketika lempengan bergerak, lanjut Dadang, terjadi perubahan medan magnet yang memicu terjadinya ionisasi gas-gas di atmosfer. Ionisasi gas-gas itulah, terang Dadang, yang menjadi inti pembentuk awan aneh itu.

 

...kemunculan awan yang dianggap aneh itu tidak akan membawa petaka seperti gempa. "Buktinya awan itu muncul tadi pagi dan sampai saat ini tidak terjadi apa-apa," kata dia. Saat ini, katanya, karena banyaknya isu mengenai akan timbulnya gempa di Jakarta, orang lalu menghubung-hubungkannya...

 

Complete Story:

-----------------

http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0608/02/081837.htm

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help